Buang TUHAN Percaya Peramal

on Selasa, 15 November 2011

Dizaman seperti ini masih banyak orang yang mempercayi ramalan, itu memang selalu terjadi sampai hari kiamat, kemusrikan dan penyekutuan Allah swt makin merajalela, nauzubillahminzalik!!

Kali ini dengan versi saya, saya akan membuat semua pembaca untuk sadar, agar mereka dapat pergi jauh-jauh dari peramal…

Hah, dalam eraglobalisasi seperti saat ini, janganlah kita percaya dengan peramal akan takdir hidup seseorang, takdir seseorang tidak dapat di perediksi oleh mesin manapun dan peramal manapun, apalagi takdir seseorang dilihat dari kartu, bola bundar, air, dll…
Apakah kalian tega untuk membuang Allah swt dan mempercayai peramal? Kalau memang seperti itu ya silahkan, semua orang punya hak, akan tetapi ingat saudaraku, azab Allah sangat perih dan maha menyakitkan, dilaknatnya kita untuk masuk ke dalam neraka!!

Peramal berusaha meramal manusia dari kartu.
Kalian tau kartu itu untuk apa? Berjudi bukan? Jadi kalian itu mau berjudi apa mau apa? Kisah manusia dan kehidupan manusia tidak bisa diukur oleh kartu manapun, setinggi-tingginya ilmu peramal, dia tidak bisa menentukan nasib seseorang bahkan kematian seseorang. Makanya belajar biar pintar, mana ilmu agamamu jika sampai saat ini kalian masih percaya dengan ramalan… manusia yang lemah seperti kita-kita ini sebaiknya harus tau diri dan membawa diri untuk menuju jalan yang baik, dan kalian mempunyai dua pilihan ya dan tidak, baik dan buruk, bisa bukan kalian membedakan?


Saya adalah orang yang ke seratus yang tidak percaya tuhan, mungkin saya termasuk orang yang kafir di mata tuhan, yang selalu menentang tuhan dan tidak mempercayai sedikitpun akan adanya tuhan!

Percaya Tuhan
Kok begitu prof? bukankan kita “Manusia semua mahluk hidup dipelihara Tuhan?” kenapa anda tidak mempercayinya?

Percaya Allah
Ya memang saya tidak pernah percaya dengan Tuhan, kalau kalian percaya Tuhan berarti kalian Musrik!

Percaya Tuhan
Wah seteres nih prof, jadi ngeri nih dengan ini orang yang kafir!

Percaya Allah
Saya tidak kafir dan lainnya, akan tetapi saya dari lahir sampai sekarang memang saya tidak percaya Tuhan! Coba anda bayangkan tuhan anda, dan coba anda sebut dengan bibir manis anda nama tuhan sebanyak 20 kali, pasti Tuhan kalian menjadi Hantu di ucapan bibir anda! Coba peraktekan ucapan Tuhan sebanyak 20 kali, dan jadi apa Tuhanmu?

Percaya Tuhan akhirnya garuk-garuk kepala kebingungan dan harus berucap apa lagi untuk menjatuhkan sang prof

Percaya Allah
Kenapa garuk-garuk kepala? Ada ketombe kah di kepala anda?

Percaya Tuhan
Terus apa yang prof percaya?

Percaya Allah
Apakah kalian Islam? Dan apakah kalian tau apa arti dua kalimat syahadat? Kalau kalian Islam dan tau arti dua kalimat syahadat itulah yang aku percaya!

Percaya Tuhan
Arght … saya semakin bingung dengan anda prof

Percaya Allah
Kenapa harus bingung? Berarti anda bukan muslim dong?

Dan akhirnya Percaya Tuhan bingung dan harus berucap apalagi untuk menghadapi sang prof dr blogging coretan rizal yang tidak waras

sumber : http://coretrizal.blogspot.com

Adsense Camp

on Kamis, 27 Oktober 2011

Sebelumnya kita kenal PTC Amerika yaitu GoogleAdsense sekarang tidak salahnya kita mencoba PTC indonesia yaitu AdsenseCamp
Kelebihan PTC indonesia ini tidak mengharuskan kita membuat website dalam bahasa inggris tp justru dalam bahasa indonesia dan pembayaran juga tidak dalan US$ tp dalam rupiah,

dan pembayarannyapun langsung tranfer lewat rekening pribadi kita dan junlah casoutnya pun minimal Rp.10000,- tidak ada salahnya kita coba dan jika anda tertarik silahkan klik sign up disini
atau silakan klik banner banner dibawah ini

KlikRupiah.com

Saya akan memperkenalkan salah satu PTC indonesia dengan membayar rupiah bukan dollar seperti PTC2 yang selama ini anda kenal klo sebelumnya saya mengenalkan PTC Indonesia AdsenseCamp sekarang saya akan mengenalkan anda klikrupiah.com,

selain anda dibayar rupiah juga cashoutnya minimal sejumlah Rp.50000 saja dan bisa langsung konfirmasi pembayaran lewat rekening lokal pribadi kita, setiap klik iklan anda mendapat Rp.100 dan klik referal Rp.50,-, jika anda tertarik silakan bergabung dan klik disini

Fungsi IF

Excel dikenal dengan aplikasi pengolah angka, memang benar karena excel biasa digunakan untuk pekerjaan angka-angka ya untuk membuat sebuah laporanlah keuanganlah biasanya, nah di excel ini ada yang namanya kondisi atau pengujian dimana isi setiap kotak(cell) dapat diperiksa menurut kondisi tertentu apa sesuai atau tidak, untuk lebih jelasnya kita buat sebuah Contoh klasik misalnya pada saat membuat raport. Kita bisa bikin beberapa kolom berisi nilai per mata pelajaran, lalu dibuat rata-ratanya. Nah, sekarang menentukan apakah pemilik raport ini akan naik kelas atau tidak.


Aturannya, jika rata-rata di atas 6, maka naik kelas, di bawah 6 maka tidak naik kelas. Tentu mudah membuat rumusnya dengan excel. Misalkan nilai rata-rata ada di sel A10, maka rumusnya:

=IF(A10>=6,"Naik","Tidak Naik")

Kita lihat lagi rumus di dalam kurung. A10>6 maksudnya syarat bahwa sel A10 lebih besar dari 6. Berikutnya, setelah koma, kita masukkan kategori “Naik”, jika sel A10 memang lebih besar dari 6. Perhatikan bahwa untuk membuat pernyataan dalam bentuk teks, gunakan tanda petik. Kemudian, setelah tanda koma, kita berikan kategori “Tidak Naik”. Kategori ini akan muncul bila ternyata sel A10 nilainya kurang dari 6.

Contoh ini mungkin terlalu sederhana. Bagaimana jika ada syarat lain, misalnya nilai pelajaran Agama harus di atas 7? Jangan khawatir, excel masih bisa menulis rumus untuk ini.

Katakanlah nilai pelajaran agama ada di sel A2. Maka kita paksa Excel berpikir: sel A10 harus di atas 6. Kalau ya, lihat set A2, harus di atas 7. Kalau ya, berarti naik, kalau tidak berarti tidak naik. Nah, begini cara kita mengajari Excel:

=IF(A10>=6,(IF(A2>=7,"Naik","Tidak Naik")),"Tidak Naik")

Ribet? Ya, memang. Bagaimana kalau syaratnya diperbanyak menjadi 3 atau lebih? Misalnya, selain pelajaran Agama di sel A2, pelajaran Bahasa Indonesia (sel A3) juga harus lebih besar dari 6.

Ada cara lain yang lebih mudah dibaca, pakai operator AND. Perhatikan contoh berikut:

=IF(AND(A2>=7,A3>=6,A10>=6),"Naik","Tidak Naik")

Masih memakai fungsi IF, hanya sekarang kita pakai tambahan AND. Semua syarat di dalam tanda kurung () setelah AND, harus terpenuhi semua, baru dinyatakan Naik, jika salah satu saja tidak terpenuhi, akan dinyatakan Tidak Naik.

Mengenal Data Type

on Rabu, 26 Oktober 2011

Halo.. Salam Excel..

Masih tentang VBA, dan masih tentang VBA dasar. Kali ini, kita akan berkenalan dengan Data Type.

Apa itu Data Type?

Sebenarnya, biar gampang mengenal Data Type, kita sebaiknya kenal dulu apa itu variable. Karena sesungguhnya, data type itu dibutuhkan karena adanya variable.

Tapi masalahnya, kita belum akan membahas variable disini, so agar kita mengerti tentang data type, sebaiknya kita ulas dikiiiit aja tentang variable.

Variable

Variable itu seperti sebuah wadah. Sebut aja Baskom. Nah, baskom ini bisa kita isi benda, misalkan beras. Setiap saat, kita bisa mengisi sejumlah beras ke dalam baskom, dan setiap saat, kita juga bisa mengambilnya lagi.

Variable dan Data Type

Sekarang apa hubungannya variable dan data type?

Oke, kita kembali lagi ke baskom yah. Tadi, kita baru ngomongin satu benda, beras. Gimana kalo ternyata kita juga butuh tepung, air, susu, santan, kacang dll. Kalo jenis bendanya ada banyak, maka kita butuh lebih banyak baskom. Karena, benda-benda tadi gak bisa kita jadiin satu. Misal, tepung dicampur dengan air, wah bisa jadi bakwan donk..

Jadi, yang harus kita lakukan adalah, menyediakan lebih banyak baskom. Selanjutnya, baskom itu kita beri label. Misal, baskom beras, baskom susu, dll. Selanjutnya, kita harus memasukkan/mengambil benda-benda ke baskom sesuai dengan label.

Jadi, apa itu data type?

Jadi data type itu seperti halnya jenis-jenis benda pada pengandaian kita tadi. Kalo tadi ada beras, tepung, susu dll, maka data type ada Integer, String, Single, Double, Long, dll.

Dan ketika kita sudah memberi label pada sebuah variabel (melakukan deklarasi) dengan menentukan jenis data type yang boleh masuk ke variable tersebut, maka data type lainnya tidak boleh dimasukkan ke variable tersebut.

Kenapa jenis data harus dibeda-bedakan antara satu variable dengan variable yang lain?

Seperti pengandaian tadi, misal tepung digabung sama air, bisa jadi bakwan kan? Nah, begitu pula alasan kenapa ada data type. Selain meminimalisasi error, juga untuk efisiensi penggunaan penyimpanan.

Misal begini, kita punya benda duren. Kalo bendanya itu duren, maka baskom yang dibutuhkan adalah baskom besar. Karena wujud duren itu emang besar. Tapi untuk baskom beras, gak perlu besar-besar.

Dan tentu gak akan efisien kalo kita menggunakan baskom duren untuk menyimpan beras.

Jadi, kita butuh Data Type yang berbeda-beda sesuai kebutuhan.

Apa saja jenis-jenis Data Type?

Oke, berikut adalah jenis-jenis Data Type pada VBA berikut penjelasannya:


Data Type Range Besar
Penyimpanan
Byte 0 s/d 255 1 byte

Data type ini berupa angka dari·0 s/d 255. Tiap·angka, akan·dikodekan dalam binary sebesar·1 byte (8 bit). Misal, angka 1 yang kita beri label·Data Type Byte, akan dikodekan·dalam 8 bit menjadi 00000001.
Sedangkan·255 dikodekan menjadi·11111111.

Boolan True or False 2 byte

Data type ini hanya memiliki 2 data·yaitu "True" dan "False". Disimpan sebagai Integer 16bit (2 byte).
"True" = 1 dalam biner·Integer, dan "false" = -1 dalam·biner Integer. Bagaimana Integer disimpan dalam·biner dapat dilihat pada bagian·Data Type Integer dibawah.

Integer -32768 s/d 32767 2 byte

Data type ini dikodekan dalam biner dengan meggunakan sistem "Two's Complement".
Klik disini untuk penjelasan lengkapnya.

Long
(long integer)
-2147483648 s/d 2147483647 4 byte

Seperti pada data type Integer, namun 2 kali lebih besar kapasitasnya.

Single
(single precision
floating-point)
-3.402823E38 s/d -1.401298E-45 untuk nilai negatif
dan 1.401298E-45 s/d 3.402823E38.untuk nilai positif
4 byte

Jika Integer hanya menampung bilangan bulat, maka Data Type Single dapat· menampung bilangan pecahan. Data Type Single dikodekan dalam biner dengan menggunakan Standar IEEE 754 Binary32.
Silahkan klik disini untuk penjelasan· lengkapnya.

Double
(double precision
floating-point)

-1.79769313486231E308 s/d -4.94065645841247E-324 untuk nilai negatif;
4.94065645841247E-324 s/d 1.79769313486232E308
untuk nilai postif

8 byte

Sama dengan Data Type single namun 2 kali lebih besar. Pengkodeannya menggunakan Standar IEEE 754 Binary64.
Klik disini untuk penjelasan lengkap.

Currency
(scaled integer)

-922,337,203,685,477.5808 s/d 922,337,203,685,477.5807

8 bytes

Jika ada tertulis 24002500, maka untuk Data Type Currency akan dianggap sebagai 2400.2500. Jadi, 4 angka terakhir akan otomatis dianggap angka dibelakang koma. Currency disimpan ke dalam binary dalam format integer seperti pada data type integer.

Decimal

+/-79,228,162,514,264, 337,593,543,950,335
tanpa titik desimal;
+/-7.9228162514264337593543950335
dengan 28 letak titik desimal; angka non-zero terkecil +/- 0.0000000000000000000000000001

14 bytes

Data type Desimal memiliki struktut binary : 1 bit untuk tanda + (plus) atau - (minus) yang
membutuhkan 1 byte tempat penyimpanan, + 96 bit data integer dengan maksimum sampai 79,228,162,514,264,·337,593,543,950,335 yang membutuhkan 12 byte + 1 byte lagi untuk menentukan titik desimal. Dari 0 s/d 28.
Misal, angka -2 maka binarynya adalah 00000001 + 0000 ... 0010 (12 byte) + 00000000. Jika 1.4, maka 00000000 + 0000 ... 1110 + 00000001.
Byte terakhir (00000001) yang desimalnya : 1, artinya koma ada di posisi ke 1.

Date

January 1, 100 to December 31, 9999

8 bytes

Dikodekan dengan standar IEEE binary64.

Object

Any Objectreference

4 bytes

String
(variable-length)

0 to approximately 2 billion

10 bytes + string length

String
(fixed-length)

1 to approximately 65,400

Length of string

String di kodekan dalam biner dengan menggunakan kode ASCI dan UTF-16.

Variant
(with numbers)

Any numeric value up to the range of a Double

16 bytes

Variant
(with characters)

Same range as for variable-length String

22 bytes + string length

Data Type Variant adalah data type yang menampung semua jenis data type.

User-defined
(using Type)

The range of each element is the same as the range
of its data type.

Number required by elements

Oke.. Kurang lebih, begitulah kisah tentang Data Type..

See yaa...